Buroncong


Naaaaah...ini dia jajanan yang biasa dijual oleh abang gerobak dorong. Biasanya sih adanya waktu pagi hari karena memang buroncong ini pas tuk sarapan. Atau kadang juga sore hari sebagai camilan teman minum teh. Ibarat kata...muffinnya orang Sulawesi lah...xixixi...
Mirip-mirip bandrosnya orang Jakarta. Gurih, legit, terasa tekstur kelapanya dalam tiap gigitan. tapi kalo buroncong rasanya manis.
Tapi berhubung di tempatku gak ada yang jual, dan kebetulan aku dah lama punya cetakannya (cetakan pukis) buat sendiri ajalah. Aku tau bahannya tapi gak tau persis komposisi resepnya. Jadi pake rumus kira-kira. Pokoknya adonannya agak encer.

Bahan :
- terigu
- kelapa setengah tua parut
- soda kue
- gula
- garam
- air/santan encer

Cara membuat :
  1. Panaskan cetakan kue pukis. Olesi dengan sedikit minyak.
  2. Campur tepung, kelapa parut, gula, garam dan air santan. Aduk sampai rata dan menjadi adonan yang agak encer.
  3. Tuang ke dalam cetakan kue pukis. Biarkan sebentar. Tutup cetakan. Panggang sampai agak kecoklatan dan adonan matang.
  4. Cungkil sedikit sisinya lalu angkat kue yang sudah masak. Buroncong siap dihidangkan hangat.