Jantung ayam masak pete


Asli, ini bukan makanan yang sehat dan baik untuk kesehatan terutama bagi mereka yang bermasalah dengan cholesterol. Tapi ini salah satu masakan favorit suamiku yang cinta mati pada jerohan, baik sapi maupun ayam.

Demi menjaga kesehatan kami berdua, aku memang mengurangi frekwensi makan dan masak jerohan, ditambah lagi di perumahan kami, tukang daging jarang bawa jerohan kecuali kalau kita pesan sebelumnya. Sementara si tukang ayam langgangan kami jarang bawa jerohan dalam jumlah banyak, jadi tidak terlalu sulit menghindari si jerohan.

Nah, masalahnya kalau lagi ke Superindo kami selalu melihat tumpukan ampela dan jantung ayam yang bagus dan sudah bersih melambai lambai minta diajak pulang, suamiku jadi ngiler. Ya wis lah, sekali sekali break the diet program :).



Memasak jantung ayam butuh waktu lama supaya jantung bisa empuk. Karena itu aku presto dulu supaya hemat waktu dan hemat gas tentunya.

Bumbunya gampang. Ini resepnya, untuk jantung sebanyak 1 kg(*), kalau mau masak cuma sedikit ya disesuaikan saja :

 Bahan :

 1 kg Jantung ayam, bersihkan dari lemak yang berlebihan, rebus atau presto sampai empuk
3 papan pete, kupas bersih
Lengkuas memarkan
5 lembar daun salam buang tulang daunnya
Gula merah sedikit / gula pasir
2 sdm kecap manis
Vetsin sedikit (kalau suka)
200 ml. santan Kara
Cabe rawit utuh

 Bumbu yang dihaluskan :

10 Bawang merah
15 Bawang putih
5 kemiri yang sudah digoreng
Cabe sesuai selera
½ sdm Garam
Cara membuat :
  • Tumis bumbu halus, lengkuas dan daun salam sampai wangi dan minyak gorengnya terpisah tanda bahwa bumbu sudah matang
  • Masukkan jantung, tumis sebentar, tambahkan air.
  • Masukkan bumbu bumbu yang lain, masak sampai meresap dan agak kering, tambahkan santan pada saat bumbu tinggal 1/2nya lalu masak terus dengan api kecil.
  • Tambahkan pete dan cabe rawit utuh sesaat sebelum diangkat, bolak balik sebentar, angkat. Suamiku suka petainya masih agak keras, jadi setelah petai masuk, aku masaknya nggak lama lama.


 (*) jangan diprotes ya...walaupun frekwensi masaknya sudah jarang, tapi kalau beli dan masak jantung memang aku biasanya 1 kg, biar sekalian repot nyuci panci prestonya... :)