Opor Bumbu Komplet

MOMEN Idul Fitri memang sudah lewat. Namun, suasana hari raya belum sepenuhnya hilang. Apalagi jika Anda memilih memasak opor siang ini.

Opor ayam memang identik sebagai menu Lebaran. Menu berkuah putih dan bersantan ini biasanya menjadi "teman" ketupat yang merupakan panganan wajib Idul Fitri. Meski begitu, di luar hari raya, menu opor juga tetap enak disantap. Padanannya bisa diubah, yakni nasi, berikut menu pendamping lain seperti sambal goreng kentang dan telur pindang.

Bisa jadi jarang ada orang Indonesia yang tidak suka makan opor. "Maklum, rasanya enak apalagi kalau ada ketupat, bubuk kedelai putih, dan sambal goreng. Ini ciri rasa masakan Indonesia yang disukai semua lapisan sosial masyarakat karena kekentalan bumbunya," kata Suci Wulandari, salah seorang chef di Hotel Majapahit, kawasan Jalan Tunjungan, Surabaya.

Hotel Majapahit sendiri sengaja menawarkan menu paket opor, meski Idul Fitri sudah berlalu sepekan lamanya. Di sini, tepatnya di Indigo Restaurant & Bar, para tamu hotel dapat menikmati kembali menu khas Lebaran dengan lauk yang bervariasi dan tentu saja memiliki cita rasa tinggi. Ada nasi campur, opor ayam, telur pindang, sambal goreng kentang sosis, krengsengan daging, dan lodeh rebung.

Menurut Suci, opor buatan chef Hotel Majapahit hanya menggunakan sedikit santan dan kuah. Dengan begitu, bumbu rempahnya dapat lebih meresap ke dalam ayam. "Bumbu yang komplet dan harum membuat sajian opor ini serasi sebagai lauk nasi putih," ujarnya.

Suci tidak menampik bahwa proses memasak menu opor di hotelnya sama dengan mengolah opor ayam pada umumnya, yang kerap diberi tambahan daun so dan pete. Untuk menu telur pindang yang berwarna cokelat pekat, itu bukan dikarenakan proses perebusan hingga matang terlebih dulu, melainkan warna kental dari kecap.

"Mulanya tumis bawang putih dan bawang merah. Dirasa sudah harum, baru berikan kecap. Tunggu sampai mengental, lalu telur dimasukkan hingga bumbu-bumbunya meresap dan berubah warna," jelas chef kelahiran Surabaya, 28 Agustus 1976 itu.

Untuk lauk sambal goreng, Suci sengaja memberi tambahan udang dan sosis. "Jika opor memiliki rasa manis dan gurih, maka rasa pedas bisa ditemui di sambal goreng kentang sosis berbumbu merah ini," tunjuknya.

Suci juga memberikan taste yang berbeda pada lodeh olahannya. Rebung menjadi pilihan bahan bakunya. Suci yakin, rebung bisa dimasak menjadi empuk dan memiliki rasa yang khas.

Menurut dia, proses memasak lodeh rebung tidaklah sulit. Rebung tidak perlu direndam berlama-lama. Cukup diberi garam saat merebusnya, kemudian masukkan bumbu-bumbu rempah. Untuk menyegarkan tenggorokan usai makan bersama keluarga dan kerabat, lemon tea atau sirup manis dapat dijadikan pilihan.
(sindo//tty)